Perjalanan Ke Johor Baru, Malaysia

Ini bukanlah sebuah perjalanan khusus berwisata. Dan bukan pula ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Johor Bahru, Malaysia. Sudah berkali-kali saya sampai di Johor walau kebanyakan hanya sebatas lewat karena setiap perjalanan dari Singapore menuju Malaka atau ke Kuala Lumpur pasti harus melewati Johor terlebih dahulu. Di antara sekian kesempatan memasuki wilayah Johor, hanya sekali yang memang dikhususkan untuk jalan-jalan, yakni ketika saya bepergian bersama teman-teman beberapa tahun yang lalu. Itupun tak sampai bermalam dan menginap disana.

Dalam pengalaman kali ini, saya sampai bermalam di Johor walau lebih karena keterpaksaan, berhubung tak sempat lagi mengejar feri terakhir, baik untuk jurusan Johor ke Batam ataupun dari Singapore ke Batam.

Ini juga untuk pertama kalinya saya naik feri dari Johor ke Batam. Pada perjalanan terdahulu saya selalu menempuh jalan darat terlebih dahulu menuju Singapore, kemudian baru naik feri ke Batam. Untuk biaya feri nya berkisar 250 ringgit Malaysia pulang pergi. 1 Ringgit Malaysia saat ini berkisar Rp.2900, jadi silakan anda hitung sendiri.

Dan untuk kesekian kalinya, saya berdiri di terminal bus Larkin di Johor, dan untuk pertama kali saya mencoba menaiki bus umum di Johor.

Kesan-kesan baru yang didapat selama perjalanan kali ini antara lain :

Kapal feri Batam – Johor lebih jelek, lebih kecil dan lebih sempit dari kapal feri Batam – Singapore. Tapi tetap nyamanlah dan tetap layak dipakai untuk perjalanan laut. Untuk anda ketahui feri ke Johor dari Batam terdapat di pelabuhan Batam Centre, yang letaknya persis di depan Mega Mall Batam.

img_3491img_3541

Ternyata rute yang diambil feri dari Batam ke Johor tidak sesuai dengan yang saya bayangkan. Selama ini saya mengira feri akan mengambil jalur melewati sisi barat Singapore walau tak ada alasan khusus dari saya; mungkin karena saya berpikir sebelah barat itu adalah lautan yang lebih tenang karena diapit juga oleh Pulau Sumatera, sementara sisi timur langsung menghadap lautan yang luas yakni Laut Cina Selatan. Kenyataannya saya salah; feri ternyata berputar menyusuri sisi pantai timur Singapore (liat garis merah pada peta di bawah sebagai jalur yang diambil feri yakni di sisi kanan atau timur pulau Singapore).

presentation21

Walau feri mengambil rute perjalanan melalui perairan sebelah timur Singapore, ternyata lautan yang dilalui feri tidaklah seberbahaya yang saya bayangkan. Salah satu alasannya menurut pikiran saya adalah pada fakta bahwa feri tak terlalu jauh dari garis pantai timur Singapore, bahkan terkadang hanya berjarak puluhan/ratusan meter dari bibir pantai. Maka setibanya di rumah, saya pun mengecek peta (sebagaimana terlihat pada peta di atas) dan ternyata alasan saya pun salah hehe…Kenyataannya Johor lebih lebar dari kanan ke kiri daripada jarak kanan ke kiri Singapore, jadinya mau pilih jalan lewat kanan atau kiri Singapore akan sama-sama masih dalam jangkauan “cengkraman” daratan Malaysia.

Selama perjalanan kita bisa melihat indahnya suasana di pantai timur Singapore dan suasana pulau-pulau di dekatnya yang terlihat menghijau dipenuhi hutan bakau yang terlihat cukup tertata rapi. Selain keindahan sisi pantai timur Singapore, anda juga bisa melihat sebagian bangunan dari bandara Changi Airport Singapore di perjalanan, dan anda akan bisa melihat dengan sangat dekat pesawat-pesawat besar yang terbang sangat-sangat rendah karena sudah dalam posisi siap untuk mendarat. Cukup menyenangkan melihat pesawat yang terlihat sangat besar dari jarak dekat itu apalagi dengan background warna-warni angkasa yang dihiasi mentari sore. 

Sama halnya dengan pelabuhan feri Harbourfront di Singapore, pelabuhan feri di Johor yang bernama pelabuhan Stulang Laut juga berada di dalam sebuah mall (walau mall nya tak sebagus di Singapore), yaitu The Zon Mall.

img_3495img_3493

img_3511img_3508

Pelabuhan Stulang Laut, Johor ternyata berada di selat Johor, yakni nama selat yang memisahkan Singapore dengan bagian paling selatan dari Malaysia. Untuk anda ketahui, Selat Johor termasuk di antara selat yang sempit karena jika anda berdiri di sisi pantai Johor, maka Singapore terlihat sangat dekat seolah-olah hanya puluhan meter dipisahkan dari Johor oleh laut.

Suasana sekitar pelabuhan Stulang Laut cukup indah, tak seperti namanya yang mengerikan karena ada kata “tulang” nya hehehe… Pantai di sekitar terlihat rapi, bersih, indah, dengan tontonan Pulau Singapore di depan mata, dan dari kejauhan terlihat jembatan yang jadi penghubung Singapore dengan Johor, Malaysia (lihat foto di bawah sebelah kanan; sebelah kiri jembatan adalah Singapore sementara kanan jembatan adalah Johor) Ada banyak muda-mudi di sore hari duduk duduk menikmati suasana di sekitar pantai.

img_3520img_3519

Ternyata cukup rumit jika harus naik bus umum dari pelabuhan Stulang Laut menuju terminal bus Larkin, Johor karena harus turun dulu dan berganti bus di terminal di daerah Central atau City Square, yang terletak di pusat kota Johor. Walaupun suasana bus nya sangat nyaman dan proses perpindahan bus tidaklah rumit, tetap saja akan menyita waktu. Jadi hal ini tak disarankan kepada pembaca yang memiliki waktu terbatas dan ingin segera sampai ke terminal Larkin untuk melanjutkan perjalanan ke kota lain di Malaysia. Tapi sisi positif naik bus umum adalah bisa melihat suasana pusat kota Johor secara langsung. Jika naik bus umum anda hanya membayar ongkos bus 1 ringgit 70 sen per orang setiap kali naik bus, atau 3 ringgit 40 sen per orang untuk dua kali naik bus. Akan tetapi jika anda memilih naik taksi maka anda bisa mengeluarkan biaya sekitar 15 ringgit untuk sampai ke terminal Larkin dari pelabuhan Stulang Laut.

img_3498img_35021

Ternyata taksi resmi di jalanan Johor Baru sudah memakai meteran saat ini (apa memang dari dulu sudah begitu? Atau seluruh Malaysia sekarang semua taksi memakai meteran?). Yang jelas jika mengambil taksi dari dalam bangunan pelabuhan Stulang Laut, taksi tak akan memasang argo, kecuali kalau mengambil taksi dari jalan raya. Saya juga pernah naik taksi di Malaka dan itu pun tidak memakai argometer.

Terminal bus Larkin Johor, yang merupakan terminal bus yang anda tuju ketika hendak menuju ke kota lain di Malaysia ternyata memiliki pasar basah di lantai paling bawah. Baru tahu saya, walaupun sudah berulang kali mondar mandir masuk ke kawasan perbelanjaan di terminal itu.

Terdapat sebuah hotel yang lumayan bagus tapi juga tak terlalu mewah, yang tak jauh dari terminal Larkin bagi anda yang sampai di terminal ini agak malam. Nama hotel nya kalau tak salah adalah Hotel Seri Malaysia, yang memiliki rate paling murah 120 ringgit semalam. Tapi saya belum pernah bermalam disini, hanya singgah dan bertanya tarif semalamnya saja hehe…

Saya semakin mantap berkata bahwa jarak tempuh perjalanan dengan bus dari Johor ke Malaka atau sebaliknya kurang dari 3 jam jika naik bus K.K.K.L

Kenapa Johor jadi terasa lebih indah ya? Apa karena kali ini saya berkesempatan menikmati pusat kota dari dalam bus? Apa juga faktor keberadaan saya di sore hari di kota ini, berbeda dg sebelum-sebelumnya yakni di siang hari yang terik? Kota Johor, terutama pusat kota nya memang cukup rapi, bersih, dan anda akan merasa berada di sebuah kota besar, layaknya daerah-daerah elit di kota besar Indonesia.

Saya akhirnya menginap di sebuah hotel di Jalan Wong Ah Fook, salah satu jalan tersibuk dan terletak di daerah bisnis di Johor. Di daerah ini memang banyak terdapat hotel, wisma, dan penginapan, sebagaimana akan banyak anda temui toko-toko, dan berbagai tempat makan dan minum.

240px-jalan_wong_ah_fook_4

Untuk tujuan penghematan, saya memilih hotel yang mungkin paling murah disana, yang bernama Hotel Hongkong. Sebenarnya tak layak disebut hotel karena hanya berupa ruko lima lantai yang disulap jadi tempat penginapan. Hotel ini memiliki tampilan luar yang jelek, terlihat sumpek dengan cat tembok yang tak terurus, tapi sebenarnya kamarnya cukup bersih dan yang paling penting bisa dibuat tidur untuk semalam dengan harga murah, yakni hanya 49 ringgit untuk tiga orang semalam. Jika anda sendiri atau berdua mungkin bisa lebih murah. Sementara hotel-hotel di sekitarnya banyak yang di atas 85 ringgit untuk bertiga orang, dengan rata-rata di atas 100 ringgit. Banyak juga hotel-hotel bertingkat dan berbintang di sekelilingnya. Oh iya, ada juga bule yang memilih tinggal di hotel Hongkong ini, dan check in persis sebelum ku, mungkin karena alasan murah ini.

Ups, ada sepasang muda-mudi melayu yang ikutan check in di hotel ini. Kelihatannya sih masih berumur sekitar 20 tahunan atau mungkin bisa lebih muda sedikit. “Wah, ngapain ya sepasang anak manusia yang diragukan sudah menikah ini check in bareng malam-malam?” Jadi berpikiran negatif deh dengan hotel yang kutempati, apa barangkali sering dijadikan tempat “begituan” hehe…sehingga pemiliknya mau member tarif menginap yang murah.

Ternyata system tiket feri jika diambil dari Johor berbeda jika diambil dari Batam. Jika anda membeli tiket PP dari batam, tiket untuk pulang tak ada identitas nama anda sehingga bisa ditransfer ke orang lain. Tapi mengambil tiket PP dari Johor ke Batam, tiket untuk kembali anda sudah dilabeli identitas anda sehingga tak memungkinkan lagi dipakai orang lain selain anda.

Imigrasi Malaysia di pelabuhan Stulang Laut menurut saya agak lucu, sebagaimana lucunya imigrasi keberangkatan di Batam. Jika di beberapa pelabuhan imigrasi keberangkatan keluar Batam, terutama di daerah Batam Center, mesin scan x-ray nya sering hanya sebagai formalitas belaka, maka di pelabuhan Stulang Laut tak ada gerbang khusus yang dilengkapi detektor untuk mengecek barang-barang yang melekat di tubuh anda, dan tak ada pemeriksaan ketat dari petugas sana. “Wah, kalo punya barang illegal yang di simpan di saku baju atau celana bisa lolos dong masuk Johor atau Batam.”

Oh iya, sebagai penutup, perjalanan feri Johor ke Batam atau sebaliknya memakan waktu satu setengah jam, dan rute ini tak melayani perjalanan di malam hari, tak seperti feri rute Singapore – Batam yang feri terakhir nya adalah pukul 9:40 malam waktu setempat.

Untuk penjelasan lengkap cara dari Singapore ke Johor, baca juga Dari Singapore Ke Johor dan Malaysia Melalui Jalan Darat

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: