Media Sosial Yang Menghubungkan dan Memisahkan

Dewasa ini adalah era internet dengan berbagai media sosial berikut aplikasi nya seperti facebook, instagram, path, twitter, whatsapp, line, wechat, beetalk, dan lain lain dimana kita diberi kemudahan untuk berkomunikasi dengan teman teman yang sudah lama tak berjumpa ataupun anggota keluarga walaupun dari jarak jauh, selain tentunya juga bisa berkenalan dengan orang-orang baru. Akan tetapi, selain bisa menghubungkan yang jauh, jika tak bijaksana menggunakannya maka media sosial juga bisa memisahkan dan memutuskan sebuah hubungan antara dua insan.

Banyak yang mungkin saat ini mencari calon pasangan hidup dari media sosial karena faktor kesibukan atau tak kunjung juga dapat pasangan. Atau barangkali banyak juga yang hanya sekedar mencari pacar atau untuk menambah kenalan. Dan pastinya hanya untuk sekedar mengisi waktu luang, sekedar chatting untuk bersenang-senang.

Bagi yang murni status nya single alias lajang, dan juga jomblo maka media sosial tak akan menjadi masalah. Tapi bukan berarti yang sudah punya pacar atau berkeluarga akan bermasalah menggunakan media sosial. Tak ada masalah juga asal menggunakannya dengan benar. Yang menjadi permasalahan adalah bila yang sudah terikat hubungan dengan orang lain itu menggunakan media sosial sebagai sarana mencari kesenangan lain ataupun untuk selingkuh.

Maka jika ketahuan dengan pasangannya maka media sosial akan menjadi sarana pemisah hubungan antara dua insan.

Terkadang malahan sang pengguna media sosial tak ada bermaksud negatif dalam menggunakan media sosialnya. Akan tetapi kesalah-pahaman kadangkala bisa saja muncul yang mungkin bersumber dari kecurigaan yang berlebihan atau kecemburuan atau memang murni tak mengerti sama sekali alias salah sangka.

Dan media sosial sebagai sarana pemisah ini tak hanya menyangkut hubungan antara dua lawan jenis yang berbeda. Sesama jenis saja misalnya sesama pria atau sesama wanita yang saling bersahabat pun bisa menjadi bermusuhan, misalnya karena status di facebook (contohnya di masa panasnya kampanye pilkada DKI kemarin banyak setahu saya saling unfriend antara orang-orang yang saling berteman).

Maka perlu berhati-hati menggunakan media sosial dewasa ini, karena selain bisa menjadi sarana penghubung : yang jauh menjadi dekat, yang tak kenal menjadi saling kenal; media sosial bisa menjadi sumber pemisah sebuah hubungan antara dua manusia.

Advertisements

Bagi Yang Putus Asa dan Hidupnya Terasa Merana Tak Bahagia

Bagi anda yang sedang galau, sedih, gelisah, atau merasa merana hidupnya tak bahagia, maka tulisan ini kuperuntukkan bagi mereka semua.

Bagi yang sedang mengalaminya marilah mecoba kembali menoleh ke “dalam”, melihat dan merasakan kembali berbagai nikmat karunia Tuhan yang ada pada dirinya. Jangan sampai nikmat yang sudah ada itu baru dirasakan setelah nantinya kehilangannya karena gagal bersyukur. Akhirnya pun kita menyesal.

Barangkali hidup terasa hampa tiada artinya untuk saat ini. Tapi jika kita masih dibekali kesehatan, maka bersyukurlah. Betapa banyak dari saudara-saudara kita yang saat ini jatuh sakit, dan ingatlah bagaimana pengalaman diri kita sendiri ketika sakit. Kalau sakit banyak hal yang tak bisa dilakukan, dan semua terasa tak enak. Betapa diri ini berharap agar segera sembuh. Maka di saat kita sehat sekarang ini, syukurilah nikmat sederhana yang sangat berarti ini, dan lupakanlah hal yang membuat sedih dan yang membuat hidup terasa hampa karena malah bisa membuat kita jatuh sakit.

Bagi yang hidupnya merasa tak bahagia saat ini, maka lihatlah kembali ke dalam diri. Bisa jadi orang tua masih hidup. Lalu bagi yang sudah berkeluarga bisa jadi ada istri yang perhatian dan penuh penuh pengertian, apalagi jika ada anak-anak menggemaskan yang bisa menimbulkan gelak tawa pelepas lelah sehabis bekerja. Syukurilah nikmat besar yang bisa jadi terlupakan saat ini. Bayangkan jika harus kehilangan mereka. Bayangkan jika tak ada lagi mereka. Maka dunia akan menjadi tak sama. Tak sedikit orang yang tak pandai mensyukuri nikmat sederhana ini sehingga membuat kesalahan. Pada akhirnya ia pun menyesal ketika pada akhirnya harus kehilangan mereka. Maka bagi yang punya orang tua atau keluarga, berbahagialah dan jangan bermuram durja, karena harta yang berharga masih dimiliki untuk saat ini.

Bagi yang merasa gundah gulana menyangkut penghasilan atau pekerjaan dalam hidup ini, maka kalau termasuk orang yang beriman, sesungguhnya rezeki itu sudah ada yang mengatur dan pasti akan datang juga asalkan berserah diri kepada Tuhan dan tentunya terus berusaha tanpa putus asa.

Syukurilah hal-hal kecil yang dimiliki saat ini. Jika sudah punya rumah tempat tinggal maka nikmati dan syukurilah, karena masih banyak orang yang belum sanggup memiliki rumah. Jika hidupnya masih mengontrak maka sadarilah bahwa masih ada orang yang hidupnya menumpang dengan orang lain atau malah menggelandang. Barangkali juga kita sudah punya kendaraan, punya motor apalagi mobil. Maka layaklah kira nya mengingat nikmat karunia yang kita miliki dan janganlah dikalahkan oleh perasaan negatif yang sumbernya adalah tidak mensyukuri nikmat yang ada. Sungguh banyak karunia yang sudah ada pada diri kita sehingga layak kita berbahagia karenanya.

Bagi yang sedang patah hati atau putus cinta maka jika dipikirkan baik-baik sesungguhnya hal itu adalah hal yang kecil yang tiada artinya. Jikalau memang patah hati nya parah karena suatu sebab sehingga sampai mengganggu aktivitas kehidupannya, maka sesungguhnya masih banyak laki-laki lain ataupun wanita-wanita lainnya di dunia ini. Dan dunia ini sangatlah luas. Dan bersabarlah karena Tuhan senang dengan orang-orang yang sabar. Semoga Tuhan akan mendatangkan penggantinya dalam waktu dekat. Seorang pengganti yang bisa jadi lebih baik. Sementara itu juga syukurilah karunia yang telah ada di diri sehingga tak larut di dalam kesedihan.

Apa pun masalah kita, maka jangan lupa syukuri nikmat hidup ini. Kenyataan bahwa kita saat ini hidup barangkali adalah sebuah karunia yang paling besar yang pernah dianugerahkan. Kita bisa melihat, mendengar, bisa bercerita dan bercengkrama, bisa makan dan minum dengan nikmat. Kita bisa duduk, berdiri, jalan, berlari, dan melakukan semua aktivitas lainnya. Kita bisa bernafas, hingga bisa tidur dengan pulas, itu semua adalah kenikmatan tiada tara yang barangkali banyak di antara kita yang tak menyadarinya

Ada di antara saudara-saudara kita yang tak bisa melihat karena buta, tak bisa berbicara dan mendengar karena bisu dan tuli, ada yang tak bisa beraktivitas karena gangguan fisik, dan ada barangkali yang sedang susah tidur, atau barangkali sedang susah bernafas karena sedang berjuang menghadapi maut. Maka syukurilah hal-hal besar yang sering kita lupakan dalam kehidupan ini.

Janganlah sering-sering melihat ke atas, ke orang yang lebih dari kita. Tapi sering-seringlah melihat dan ke bawah dan syukuri apa yang ada. Semoga kita bisa menikmati hidup dan berbahagia.

Jika hal itu dirasa tak cukup, maka sesunguhnya kita hidup di negeri damai yang bebas konflik dan peperangan. Sungguh ada saudara-saudara kita di negeri lain yang hidupnya tiap hari di bawah desing peluru dan dentuman bom. Banyak saudara-saudara kita yang harus melihat sanak keluarga tewas di didepan mata, bahkan sampai diculik dan diperkosa. Nyawa disana sangat murah tiada harganya, jangankan untuk makan, untuk bisa bertahan hidup pun belum tentu bisa.

Maka dibandingkan dengan apa yang dialami saudara-saudara kita di zona perang dan konflik itu maka sesungguhnya permasalahan yang kita hadapi bisa jadi hal yang sangat kecil tak berarti.

Maka syukurilah apa yang sudah kita miliki, dan berhentilah bersedih hati dan gundah gulana. Semoga dengan bersyukur, Tuhan akan membukakan pintu hati untuk bahagia dan melapangkan kita semua dari semua masalah yang sedang di hadapi di dalam hidup ini.

Sebuah tulisan penyemangat dan sekaligus pengingat juga untuk diri penulis sendiri.

 

 

Dari Fakta Bakteri ke Alam Semesta, dan Cerita Hari Akhir

Apa hubungan bakteri, alam semesta, dan cerita tentang hari akhir atau kiamat?

Awalnya bermula dari penulis yang ingin mereview ulang tafsir ayat yang didengarnya di sebuah stasiun tv kabel dengan cara membuka kembali kitab ringkasan tafsir Ibnu Katsir oleh Muhammad Nasib Ar Rifai yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

 

 

 

Ayat Al Quran yang didengar adalah akhir surat Al Fajr, terutama bagian yang ditunjukkan jari saya di foto di bawah yang menunjukkan penyesalan dimana ketika neraka jahannam diperlihatkan, orang orang akan berkata alangkah baiknya jika dulu nya mengerjakan amal saleh. Dalam hal ini saya mengkonfirmasi ulang bahwa yang menyesal tak hanya yang berdosa, bahkan yang beramal pun menyesal karena merasa amalnya merasa kurang.

 

 

 

 

 

 

 

Selain baca terjemahan dan penjelasan di foto di atas,  perhatikan juga gambaran tentang neraka jahannam yang punya 70 ribu tali kekang dan tiap tali kekangnya ditarik 70 ribu malaikat menunjukkan betapa besarnya.

Lalu setelah itu penulis membaca hadis di kitab yang sama yang isinya lebih kurang menunjukkan surga itu ada 100 tingkat, dimana tiap tingkatnya berjarak antara langit dan bumi, pemduduk yang di di tingkat atas bisa turun menyapa orang yang di tingkat bawahnya tapi tidak demikian dengan yang di tingkat bawah tak bisa ke atas, menunjukkan perbedaan kedudukan mereka nantinya.

Ya pada intinya sangatlah luas negeri akhirat itu, Neraka saja ada banyak jenisnya, dan salah satu nya adalah neraka jahannam yang luar biasa luas. Begitu juga dengan surga, antar tingkatan saja berjarak langit dan bumi.

Lalu apa hubungan dengan judul tulisan ?

Tak lama setelah itu penulis membaca berita di dailymail tentang ditemukannya bakteri yang hidup di bawah tanah di kedalaman 1,6 mil atau hampir 3 km yang bernama Desulforudis audaxviator yang sumber energinya semata mata atau makanannya adalah radiasi radioaktif uranium padahal tak ada cahaya, oksigen atau karbon.

Dalam kata lain ini adalah pertama kali ada makhluk ditemukan seperti ini. Dengan kata lain makanannya adalah radiasi kosmik berupa proton, elektron, dan inti atom yang tersebar di alam semesta ini, dan memungkinkan ada makhluk lain atau alien ada yang hidup seperti ini di planet planet yang dulu nya dianggap tak mungkin ada kehidupan karena misalnya tak ada atmosfernya.

Ini membuat saya langsung kepikiran akan makhluk makhluk Allah yang beraneka ragam, termasuk yang diciptakan dari unsur api seperti iblis dan jin, dan yang diciptakan dari unsur cahaya seperti malaikat, bahwa memang adalah kuasa Allah untuk menciptakan makhluk dari sumber apa pun, dan kuasa Allah lah menghidupkan mereka sesuai dengan aturan yang ditetapkan bagi masing-masing makhluk.

Saya pun langsung ingat juga bacaan yang menyebutkan bahwa di hari kebangkitan nanti ada macam macam tampilan manusia. Ada yang berwajah binatang, ada yang kelam, ada yang malah berjalan dengan menyeret wajahnya yang di bawah, ada yang mandi keringatnya sendiri sampai dada, dan sebagainya.

Hal itu semua mendadak menjadi sangat masuk akal dengan logika dimana Allah bisa menciptakan makhluk nya untuk hidup dalam kondisi apa pun sesuai keinginan Nya.

Lalu setelah itu pun saya baca berita, masih di dailymail, bahwa ternyata alam semesta lebih rame dari perkiraan sebelumnya, dimana bagian alam semesta yang bisa diamati saja ada kemungkinan dihuni triliunan galaxi. Itu baru bagian alam semesta yang bisa diamati saja.

 

Bayangkan, triliunan galaxi. Di satu galaxi saja entah milyaran atau triliunan juga jumlah bintang seperti matahari, dan di tiap bintang ada banyak planet seperti halnya bumi kita. Sangat sangat luas.

Mendadak bayangan akan surga yang luasnya bagaikan seluas langit dan bumi menjadi masuk akal dengan fakta yang baru sebagiannya terungkap oleh manusia. Begitu juga dengan besarnya neraka.

Demikianlah, pada intinya apa yang saya baca di tafsir kitab Al Quran sekedar untuk mereview tafsir ayat ternyata jadi sumber pemikiran yang terkait dengan dua tulisan berbeda yang saya baca di situs berita online pada hari ini.

 

 

 

Pengalaman Menggunakan & Tips Agar Samsung Note7 Tidak Panas / Meledak

Pengalaman memiliki smartphone samsung galaxy note 7 yang dikabarkan bermasalah ini akan saya utarakan disini berikut salah satu tips bagaimana agar handphone nya tidak panas (overheating) yang ditakutkan bisa berujung meledak; tips yang tentunya bisa dipertimbangkan dan berguna bagi yang sudah terlanjur memiliki samsung note 7; karena saya mengalami sendiri bagaimana saya sudah dua kali memakai note 7 yang berbeda karena pernah mengikuti program penggantian, dan dua-dua nya bermasalah semua, walaupun yang terakhir masih saya pakai saat ini.

Saya termasuk pengguna awal samsung note 7 walaupun note 7 belum masuk dan tak akan pernah masuk Indonesia terkait berita terakhir yang menyebutkan note 7 akan dihentikan produksi dan penjualan secara total di dunia. Ini dikarenakan saya membelinya di Singapore di minggu awal bulan September 2016, karena saya sendiri tinggal di Batam yang dekat Singapore.

Smartphone yang pernah mendapat review bagus terutama menyangkut teknologi layarnya ini, dan dengan begitu bombastisnya iklan-iklannya, membuat saya menanti-nantikan kehadirannya untuk menggantikan samsung note 3 saya yang sudah jadul. Saya cari-cari info, hingga akhirnya ketika di Singapore saya pun membelinya ketika ada bazar samsung note 7 di Orchard Road. Langsung saya beli tanpa pikir panjang, lengkap dengan charger wireless nya walau harus manambah pengeluaran biaya. Total di atas 12 juta lah semua kalau dirupiahkan.

Yang langsung saya coba pada samsung note 7 punya memori internal 64 GB dan masih bisa ditambahkan external memori ratusan GB ini adalah charger wireless nya. Kita bisa men-charge note 7 cukup dengan menempatkan nya di atas dudukan yang tersedia, tanpa perlu terhubung kabel. Saya pikir awalnya wireless charger ini bisa menyimpan listrik sama halnya dengan power bank, tetapi rupanya wireless charger nya harus selalu terhubung listrik agar bisa mencharge handphone yang ditarok di atasnya nya, sebuah fakta yang baru saya ketahui setelah berhari-hari galau, berpikir apakah wireless charger yang saya beli ini rusak, dan bahkan sempat membeli kabel baru dulu ke dealer samsung di indonesia agar cocok dengan spesifikasi fast charging nya. Yo wes… tak apa apa, tetap cool kok karena handphone nya tak perlu dicolok kabel unt mencharge walau wireless charger nya tetap perlu dicolok.

Kesan kedua adalah kamera nya. Hasil jepretannya keren. Ini adalah komentar yang dikeluarkan oleh teman saya. Teman saya ini yang malah pertama kali “memperawani” kamera samsung note 7 saya dengan menjepret sana sani dan mengambil foto selfie. Teman saya ini adalah pengguna iphone sejak dulu dan dia sendiri kagum dan berkata bahwa benar benar bagus hasil jepretan selfie nya padahal tanpa di edit, tapi sudah kayak camera 360. Dia pun langsung tertarik pengen beli juga. Belum lagi banyak fitur editan yang tersedia.

Kesan ketiga saya adalah smartphone nya lebih ringan dari note 3 saya dan dari segi tampilan juga lebih langsing dan lebih stylish. Teknologi layar lengkung nya barangkali di awal tak begitu terasa efeknya, cuma lama lama sekitar beberapa minggu baru kerasa bedanya di genggaman (ya… artinya tak begitu berpengaruh ke user seperti saya). Malah teknologi layar lengkung nya membuat anti gores yang dipasang tidak begitu lengket di pinggiran nya.

Kesan keempat adalah pulpen stylus nya yang lebih tipis dan ketika dipakai menulis atau mengores-gores di layar benar benar mirip pulpen sungguhan, sebuah peningkatan yang jauh tentunya dibandingkan note 3 saya.

Kesan kelima adalah tentunya di feature software handphone dan aplikasinya yang lebih enak dan nyaman atau ramah terhadap pengguna didukung software android terkini.

Dari yang saya bahas di atas, semua nya keren-keren kan..

Dan tak lupa juga kesan kelima, dan bagi saya ini sangat penting dan utama yakni teknologi layarnya yang super keren. Samsung note 7 secara otomatis menyesuaikan kecerahan layarnya mengikuti cahaya yang ada di sekitar. Memang sih ini ada di hampir semua smartphone, akan tetapi kehebatannya terlihat jelas ketika di bawah terik cahaya matahari di siang hari yang sangat panas terang benderang, dimana saya masih bisa melihat apa yang ada di layar note 7 dengan sangat jelas tanpa terganggu sama sekali dan tanpa perlu mengotak atik setingan handphone nya sama sekali. Berbeda dengan handphone handphone lain yang akan buram kalau melihat layar di cahaya terang walau sudah diubah tingkat kecerahannya. Bahkan di iphone sekalipun masih kesulitan, kata teman saya.

Bagus dan keren memang handphone ini.

Tapi memang sayang, persis seperti yang banyak diberitakan, note 7 yang saya miliki pertama kali setelah sehari digunakan mulai mengalami overheating atau sangat panas sekali. Lalu setelah itu sering hang, lalu setelah hang dia restart sendiri. Itu terjadi lagi, dan terjadi lagi dengan frekuensi yang makin sering, hingga pada akhirnya ketika sedang bermain Pokemon Go akhirnya dia hang total dan tak pernah bisa hidup lagi selamanya.

Waktu itu belum muncul berita adanya samsung note 7 yang overheating atau meledak. Maka saya pun inisiatif gimana membuka baterai nya. Mana tau dengan melepas baterai dan memasangnya kembali, note 7 saya bisa hidup lagi. Disini bedanya dengan note 3, dimana pada dasarnya baterai pada note 7 ini tak bisa dibuka casing belakangnya, mirip iphone lah sedikit. Akan tetapi karena ada video di youtube tentang cara membuka casing belakang note 7 dan melepas baterainya, saya pun mencoba. Dan hasilnya….crackkk…walaupun pakai alat bantu plastik saja, casing belakang nya retak, seretak-retaknya dengan sangat parah. hahahaa…Parah banget casing nya ternyata. Sangat sangat rapuh dan sensitif.

Panik karena saya pikir ini akan berakibat pada keabsahan garansi handphone nya, untungnya sehari setelahnya saya mulai baca berita kasus samsung note 7 meledak dan samsung melakukan penarikan produk (recall) disuruh dunia. Jadi note 7 saya ini pun bisa dikembalikan dan ditukar dengan note 7 baru yang akan bebas dari masalah baterai yang gampang panas. Dan untungnya casing belakang retak itu tak dipermasalahkan. Saya pun mendapat ganti samsung note 7 yang baru di Singapore sekitar 10 hari kemudian mengikuti jadwal yang ada setelah mendaftar.

Senang karena sekarang sudah ada ganti yang baru, yang dianggap sudah bebas masalah, saya pun girang. Apalagi sepertinya tidak ada muncul panas ketika saya pakai di hari pertama.

Tapi rupanya rasa senang itu hanya berlangsung sehari. Di hari kedua, handphone yang dianggap sudah aman dari masalah, malah terjadi overheating. Malah panasnya luar biasa. Handphone nya sudah ditarok di dalam sarung khusus handphone, dan lalu sarung handphone itu pun dimasukkan dalam tas samping.  Udah dua lapis itu kan ? Ternyata panasnya tetap terasa sampai ke kulit paha saya alias panasnya juga menembus celana. Luar biasa panasnya kan. Saya pun sampai takut dan mengibas-ngibasi hp nya di depan AC mobil lalu mematikannya. Saya pun galau, kok malah handphone nya masih parah begini ya.

Berulang kali handphone nya saya hidup mati, hidup mati. Lalu akhirnya karena nomor kartu sim saya harus selalu aktif karena penting untuk bisnis, terpaksa kartu sim nya saya keluarkan dan pindahkan ke handphone lain. Setelah lama dimatikan, samsung note 7 saya hidupkan lagi dan ternyata akhirnya dia tak panas lagi, Saya girang, karena saya pikir handphone samsung note 7 saya sudah bebas masalah, dan barangkali panas itu karena handphone baru keluar dari pabrik saja, dan saya pikir setelah ini tak akan muncul lagi panasnya.

Tapi pada akhirnya pembaca, saya baru sadar beberapa hari setelahnya bahwa samsung note 7 saya ini akan tetap panas kalau dipasangi sim card. Ketika dipasang sim card, dalam rentang 3 hingga 5 jam maka akan terjadi overheating dan pada akhirnya akan muncul panas luar biasa. Dan ketika samsung note 7 itu dilepas simcard atau kartu telpon nya, dan hanya digunakan dengan memakai fasilitas wifi (misalnya mengambil wifi hotspot dari smartphone saya yang lain untuk koneksi internetnya) maka samsung note 7 itu sama sekali tak panas. Bahkan adem seademnya, dan bebas menggunakan nya dengan aman, damai sentosa.

Tak heran di hari pertama saya memakai, tak terasa panas karena memang waktu itu masih memanfaatkan wifi hotspot handphone satu nya wkwkwk…

Kejadian panas nya samsung note 7 saya hasil penggantian ini terjadi jauh sebelum muncul pemberitaan bahwa note 7 yang seharusnya sudah diganti dan seharusnya bebas masalah ini ada lagi yang meledak. Cuma karena belum sempat ke Singapore saja makanya saya belum melaporkan.

Cuma sekarang setelah saya menyadari kelemahan smartphone ini dan setelah saya juga tau juga trik mengakali agar dia tak panas yakni dengan melepas sim card, saya tetap sayang dengan samsung note 7 ini. Terutama dengan kelebihan kelebihan yang sudah saya kemukakan di awal awal tulisan. Apalagi sekarang saya juga sadar kelebihan lain dari samsung note 7 jika tidak ada masalah overheating, yakni : baterai nya benar benar tahan lama, sedangkan pengisian baterai nya ketika di charge sangat cepat penuh.

Saya tidak tahu kalau trik melepas kartu sim atau kartu telepon dari samsung note 7 ini akan bisa berlaku bagi pengguna lain yang mengalami masalah yang sama.

Dan saya juga tak tau apa semisalnya mereka nyaman memakai handphone tanpa kartu sim seperti saya dimana lebih digunakan untuk internet baik untuk akses ke media sosial maupun browsing internet.

Tapi yang jelas pada intinya saya terlanjur jatuh hati pada samsung note 7. Setelah muncul berita bawa note 7 distop produksi dan penjualan secara total, saya hanya menantikan program apa yang akan dikeluarkan pihak samsung lagi. Apalagi mereka sudah mengeluarkan peringatan untuk tidak menghidupan samsung note 7 lagi.

Tapi bagi saya selama tidak memasukkan kartu sim, handphone ini benar benar adem alias dingin atau tak panas sama sekali walau dihidupkan non stop berhari hari dan di charge berulang-ulang. Jadi semisalnya mereka pada akhirnya menyuruh samsung note 7 ini nanti dikembalikan, saya harap bisa mendapat produk pengganti baru dengan nilai kualitas yang sama, karena saya terlanjur cinta dengan kelebihan yang ada di samsung note 7 walau tak bisa digunakan untuk menelpon dan sms. Dan jika samsung bisa keluar dan belajar banyak dari permasalahan ini, saya masih optimis akan kualitas produk samsung galaxy note 8 dan seterusnya.

 

 

Sumber Panasnya Dunia Politik Itu Bernama Ahok

iSosok Ahok paling tidak sangat kontoversial, dalam artian kehadiran dirinya di dunia perpolitikan nasional menjadi tenaga penggerak panasnya suhu politik dalam beberapa bulan terakhir.

Walaupun posisi gubernur DKI Jakarta dari dulu memang sudah hingar bingar jadi rebutan, dan sarat akan kepentingan nasional partai-partai politik – paling tidak menjadi posisi gubernur paling disorot oleh media di tanah air – maka kehadiran Ahok membuat suasana pilkada DKI Jakarta ini bagaikan pentas pemilihan presiden.

Sejak kehadirannya di panggung politik nasional, yang ditandai menjadi calon wakil gubernur, berpasangan dengan Jokowi, kehadiran dirinya sudah menimbulkan kontroversi. Di awal-awal kontroversi ini barangkali tak akan terlepas dari fakta bahwa Ahok beretnis tionghoa yang juga non-muslim. Saya masih ingat di awal-awal kemunculan Ahok, adakalanya saya dengar selentingan komentar orang berkomentar kenapa Jokowi harus memilih pasangan non-muslim.

Setelah Jokowi sukses jadi gubernur dan lanjut jadi Presiden, maka otomatis pamor Ahok pun naik dengan diangkatnya dia menjadi gubernur. Apalagi dia sosok yang cukup kontroversial juga dalam hal gaya kepemimpinan. Maka tak heran, banyak orang yang awalnya mengagumi jadi tambah lebih kagum lagi; ada juga orang yang awalnya bersikap netral hati-hati berubah menjadi simpatik kepadanya; ada juga pihak yang netral di awal menjadi bingung harus bersikap gimana ke Ahok; dan tentunya banyak juga yang di awal sudah sinis menjadi makin antipati atau benci kepadanya.

Pandangan dan sikap orang-orang terhadap Ahok tak terlepas dari peran media massa dan media sosial yang dibacanya. Ahok di satu sisi dicitrakan sebagai pejabat yang tegas dan bagus dalam memimpin; tapi di pihak lain juga diberitakan sebagai sosok yang tidak berperikemanusian terhadap rakyat kecil, pro-konglomerat besar, dan sempat juga dikaitkan dengan isu korupsi. Terlepas dari hal itu, sosok Ahok yang pada awalnya kontroversi dirinya di masyarakat lebih terfokus akan dirinya yang etnis tionghoa non muslim, lambat laun memunculkan isu-isu kontroversi baru lainnya. Entah unsur SARA itu untuk saat ini masih berpengaruh atau tidak, saya dalam hal ini tak begitu tahu.

Dan dalam pilkada DKI Jakarta ke depan ini juga, partai-partai politik menjadi terbelah. Pendukung Ahok dimotori PDI-P, Hanura, Nasdem, dkk sedangkan partai lain masih belum pasti calonnya walaupun Sandiaga Uno sepertinya akan masuk pencalonan entah sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. Dari yang awalnya lebih ke Ahok, versus non-Ahok (dalam artian mencari sosok alternatif pengganti Ahok yang telah memunculkan banyak nama), situasi perpolitikan terbaru memungkinkan kubu non-Ahok akan terpecah dua jika seandainya Gerindra dan PKS yang sudah lebih dulu menetapkan sikap tidak bergabung dengan Demokrat, PPP, PKB, dan PAN.

Malah situasi terbaru berpeluang menjadikan 3 figur presiden atau calon presiden sebelumnya menjadi sosok penting di belakang layar dalam percaturan politik pilkada DKI Jakarta ini yakni kubu Megawati, SBY, dan prabowo.

Kita lihat saja ke depannya bagaimana perkembangan cerita dunia perpolitikan yang lagi panas ini, yang tema utamanya adalah Ahok.

Protes Nasi Goreng Ciutan Rio Ferdinand, Nasionalisme Rakyat Tinggi ?

Saya cukup tersenyum ketika pertama kali membaca berita tentang ciutan pesepakbola Rio Ferdinand tentang nasi goreng di Singapura yang ditanggapi riuh beberapa netizen Indonesia yang berkomentar sedikit protes bahwa nasi goreng itu sebenarnya dari Indonesia.

Saya tersenyum karena kenyataannya nasi goreng saat ini memang bisa dijumpai dimana-mana terutama terutama di kawasan negara negara sekitar kita seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Apalagi bagi orang Indonesia yang sering bepergian ke Singapore dan Malaysia, maka nasi goreng tentu bukan hal yang asing lagi untuk ditemui. Bahkan di Thailand pun ada nasi goreng, diantaranya yang terkenal jadi ciri khas : nasi goreng Pattaya.

Lalu di berita juga ditampilkan komentar netizen lain yang mengatakan Indonesia suka klaim segala sesuatu milik mereka.

Disini muncul sedikit pemikiran di saya.

Apa sebenarnya rasa memiliki dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia di kalangan rakyat itu sebenarnya tinggi? Maka komentar sebagian netizen Indonesia itu sebenarnya suatu keinginan agar negara Indonesia diakui di dunia ini ?

Atau apa sebenarnya murni gagal paham ? Gagal paham akan realita saat ini terutama realita geografis historis yang membuat berbagai produk kebudayaan banyak yang saling berinteraksi, termasuk dalam hal ini makanan?

Mungkin pemantik dari reaksi beberapa netizen Indonesia ini adalah karena Rio Ferdinand menulis nasi goreng dengan bahasa Indonesia atau bahasa Melayu : nasi goreng, dan bukan dalam bahasa inggris yakni fried rice.

Tapi lagi lagi memang orang Melayu Singapura dan Malaysia pun memakai istilah tulisan Nasi Goreng. Bahkan orang bukan melayu singapore pun banyak yang tahu istilah Nasi Goreng.

Kontroversi ini memang tak seserius masalah batik atau tarian, tapi hal ini menjadi cukup menarik untuk diperbincangkan.

Nusantara sebenarnya memang tak hanya Indonesia. Wilayah nusantara itu sebenarnya terbentang dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina dan barangkali sampai ke Thailand. Dan wilayah nusantara ini dulunya di zaman zaman kerajaan dulu saling berinteraksi, dan ketika belum berdiri sistem negara seperti saat ini, wilayah Indonesia dan Malaysia, terutama pernah menyatu.

Barangkali rakyat kita memang pada dasarnya tinggi akan rasa kepemilikan dengan tanah air Indonesia ini. Akan tetapi mungkin kurang bangsa dan negara ini mendapat pengakuan dari dunia, atau lebih tepatnya barangkali memang belum banyak yang bisa bangsa ini tunjukkan atau usahakan agar banyak orang lain dan bangsa lain di dunia mengetahui dan mengakui kebesaran negara ini dengan sejarah dan budayanya.

 

 

Meninggal Karena Tersedak Ternyata Tak Langka Langka Amat

Baru baru ini kita membaca berita di Indonesia ada kejadian seorang mati setelah tersedak dalam sebuah lomba makan; sebuah hal yang keliatannya aneh atau langka, dan barangkali membuat banyak pembaca berita termasuk saya mempertanyakan kenapa bisa terjadi. 

Akan tetapi rupanya meninggal karena tersedak makanan bukan lah hal yang langka langka amat setelah saya melakukan sedikit penyelidikan secara online.

Setelah saya cek google, ternyata lumayan sering kejadian mati tersedak makanan ini. Dan kebanyakan memang sering terjadi pada peserta yang mengikuti lomba makan.

Akan tetapi ada juga kasus dimana kejadian tersedak lalu meninggal ini terjadi bukan pada orang yang sedang ikut lomba makan. Terakhir di Inggris masih di tahun 2016, kejadian ini terjadi setelah seseorang makan burger dengan melahap setengah bagian nya sekaligus dengan tujuan lucu lucu an atau untuk berlagak kepada temannya. Ada juga yang malah hampir mati tersedak gara gara tak sengaja menelan sebagian besar makanan secara langsung dan pengalaman itu di tulisnya di dalam sebuah blog.

Jadi pada dasarnya mati karena tersedak itu rupanya bukan hal aneh, dan lumayan sering terjadi; minimal terjadinya tak terlalu langka.

Kenapa seseorang bisa mati tersedak ?

Dari yang saya baca, makanan dalam porsi besar yang langsung masuk ke kerongkongan akan bisa menempel pada bukaan trakea yang merupakan jalur keluar masuknya udara pernafasan. Ketika makanan dalam ukuran tertentu menempel pada bukaan trakea, trakea langsung menempel kuat dan menutup sehingga tak ada udara yang bisa lewat sama sekali baik yang masuk maupun keluar. 

Maka agar kejadian tersedak makanan yang bisa berujung kematian ini tak terjadi, maka mengunyah makanan adalah sangat penting, selain tentunya makan dengan tenang, tak sambil berbicara, dan kalau bisa duduk.